Cara sholat di pesawat: traveler Muslim mengecek arah kiblat di ponsel dari kursi pesawat
Traveler Muslim mengecek arah kiblat dan waktu salat sebelum menunaikan ibadah di pesawat.

Bepergian jauh bukan berarti harus melewatkan waktu salat. Justru, perjalanan bisa menjadi momen untuk belajar menyesuaikan ibadah dengan kondisi yang ada termasuk ketika sebagian waktu salat tiba saat masih berada di dalam pesawat. Buat traveler Muslim, kuncinya adalah mengetahui waktu salat, mempersiapkan kebutuhan ibadah sebelum berangkat, dan memahami keringanan yang berlaku bagi musafir. Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa salat di dalam pesawat tetap dapat ditunaikan, termasuk dengan tayamum ketika tidak memungkinkan berwudu menggunakan air.

Berikut panduan praktis cara sholat di pesawat, mulai dari menentukan arah kiblat sampai memanfaatkan waktu transit di bandara.

Jawaban singkat: Bagaimana cara salat di pesawat dan saat transit?

Wudu dulu sebelum boarding, cek waktu salat sesuai zona waktu yang dilewati, lalu pakai aplikasi kiblat. Di pesawat, salat sambil duduk tetap bisa jadi pilihan kalau memang tidak bisa berdiri. Air tidak ada? Tayamum. Kalau transit cukup lama, lebih enak salat di musala bandara. Musafir juga boleh jamak qashar, asal syaratnya terpenuhi.

Salat di Pesawat, Apakah Tetap Wajib?

Selama waktu salat telah masuk, kewajiban salat tetap perlu diperhatikan meskipun sedang dalam perjalanan. Kondisi di pesawat memang berbeda dengan di rumah atau masjid, sehingga pelaksanaannya dapat menyesuaikan kemampuan dan keadaan. Sebelum berangkat, traveler bisa mengecek jadwal penerbangan dan memperkirakan waktu salat selama perjalanan. Untuk penerbangan jarak jauh, perhatikan juga perbedaan zona waktu antara kota keberangkatan dan tujuan. Kalau memungkinkan untuk salat di bandara sebelum boarding, manfaatkan waktu tersebut. Namun, apabila waktu salat masuk ketika penerbangan berlangsung dan tidak memungkinkan menunggu sampai mendarat, salat dapat dilakukan di dalam pesawat sesuai kemampuan.

Panduan Salat di Pesawat

1. Persiapkan Wudu Sebelum Boarding

Kalau sudah mengetahui bahwa waktu salat kemungkinan akan masuk ketika penerbangan berlangsung, berwudu sebelum boarding bisa menjadi pilihan praktis. Namun, jika wudu batal selama penerbangan dan tidak memungkinkan menggunakan air, terdapat ketentuan tayamum dalam kondisi tertentu. Kementerian Agama pernah menjelaskan bahwa jamaah yang melakukan perjalanan panjang dengan pesawat dapat menunaikan salat dengan tayamum ketika diperlukan.

Tetap perhatikan fasilitas dan aturan penerbangan. Jangan menggunakan air secara berlebihan di toilet pesawat karena ruangnya terbatas dan lantai dapat menjadi licin.

2. Cari Tahu Arah Kiblat

Salat di pesawat menghadap kiblat dengan bantuan aplikasi penunjuk arah kiblat
Aplikasi penunjuk kiblat membantu menentukan arah salat karena arah pesawat terus berubah.

Salah satu hal yang sering membuat traveler bingung adalah salat di pesawat menghadap kiblat. Pada dasarnya, menghadap kiblat merupakan bagian dari ketentuan salat. Karena pesawat terus bergerak, arah pesawat tidak selalu sama dengan arah kiblat. Sebelum salat, kamu bisa menggunakan aplikasi penunjuk kiblat atau menanyakan kepada awak kabin apabila tersedia informasi yang dapat membantu. Jika pesawat menyediakan ruang yang memungkinkan untuk salat, usahakan menghadap kiblat sesuai kemampuan dan kondisi yang aman. Untuk detail tata cara dalam kondisi yang sangat terbatas, terdapat perbedaan pendapat dalam fikih. Karena itu, jika kamu mengikuti mazhab atau panduan ustaz tertentu, sebaiknya mengikuti ketentuan yang biasa kamu jadikan rujukan.

3. Salat Berdiri Jika Memungkinkan

Dalam kondisi normal, salat fardu dilakukan dengan berdiri bagi orang yang mampu. Jika kondisi kabin memungkinkan dan tidak membahayakan diri sendiri maupun penumpang lain, salat dapat dilakukan dengan berdiri. Namun, jangan memaksakan diri ketika ruang sempit, kondisi pesawat tidak stabil, atau awak kabin meminta penumpang tetap duduk demi keselamatan. Dalam kondisi seperti itu, terdapat keringanan bagi orang yang tidak mampu melaksanakan gerakan salat secara normal untuk menyesuaikannya dengan kemampuan. Yang penting, jangan sampai aktivitas ibadah mengganggu keselamatan penerbangan atau menghalangi lorong dan akses darurat.

Bolehkah Jamak Qashar Saat Penerbangan Panjang?

Perjalanan jauh memberikan rukhsah atau keringanan tertentu bagi musafir, termasuk jamak qashar perjalanan. Kementerian Agama menjelaskan bahwa musafir dapat memperoleh keringanan untuk meringkas salat, sementara praktik jamak dan qashar memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan. Secara sederhana:

  • Jamak berarti menggabungkan dua salat dalam satu waktu. Contohnya Zuhur dengan Asar atau Magrib dengan Isya.

  • Qashar berarti meringkas salat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Salat yang dapat diqashar adalah Zuhur, Asar, dan Isya.

  • Jamak qashar berarti menggabungkan sekaligus meringkas salat, sesuai ketentuan yang berlaku bagi musafir.

Jamak dan qashar bukan berarti setiap penerbangan otomatis boleh dilakukan sesuka hati. Ada ketentuan mengenai status musafir, jarak perjalanan, waktu, dan mazhab atau pendapat fikih yang diikuti. Karena itu, untuk perjalanan tertentu, terutama jika durasi penerbangan panjang atau melibatkan beberapa zona waktu, sebaiknya cek ketentuannya terlebih dahulu.

Kalau Waktu Salat Masuk Saat Masih di Pesawat

Supaya tidak bingung ketika sudah berada di udara, coba buat gambaran sederhana sebelum berangkat. Misalnya, penerbangan berlangsung selama beberapa jam dan melewati waktu Zuhur hingga Asar. Kamu bisa mengecek apakah kedua waktu tersebut masih memungkinkan ditunaikan setelah mendarat atau apakah perlu memanfaatkan rukhsah sebagai musafir. Untuk perjalanan yang memenuhi ketentuan jamak, salat dapat dilakukan dengan jamak taqdim atau jamak takhir, tergantung kondisi dan ketentuan yang diikuti. Yang perlu diperhatikan, jangan hanya mengandalkan jam di ponsel. Saat perjalanan internasional, perubahan zona waktu dapat membuat waktu salat berbeda dari waktu di kota keberangkatan.

Salat Saat Transit di Bandara

Musala di bandara Indonesia untuk salat saat transit sebelum boarding
Musala bandara memberi ruang lebih leluasa untuk berwudu dan salat saat transit.

Kalau penerbangan memiliki waktu transit yang cukup panjang, justru ini bisa menjadi kesempatan untuk salat dengan lebih nyaman. Banyak bandara menyediakan ruang ibadah atau musala, tetapi fasilitasnya tidak selalu sama di setiap terminal dan bandara. Karena itu, cek informasi fasilitas bandara sebelum berangkat atau tanyakan kepada petugas setempat.

Tips Saat Mencari Musala di Bandara Indonesia

Untuk musala di bandara Indonesia, beberapa hal yang bisa dilakukan traveler:

  1. Cek lokasi musala setelah melewati pemeriksaan keamanan.

  2. Perhatikan papan petunjuk menuju prayer room, musala, atau ruang ibadah.

  3. Jika bingung, tanyakan kepada petugas bandara.

  4. Pastikan masih memiliki cukup waktu untuk kembali ke boarding gate.

  5. Jangan lupa mengecek jadwal boarding setelah selesai salat.

Kalau waktu transit cukup singkat, jangan terlalu jauh meninggalkan area keberangkatan. Lebih baik mencari musala yang lokasinya masih dekat dengan gate.

Lebih Nyaman Salat di Bandara atau di Pesawat?

Kalau keduanya memungkinkan, salat di bandara biasanya memberikan ruang yang lebih leluasa untuk berwudu dan melakukan gerakan salat. Namun, keputusan tetap bergantung pada waktu salat, durasi transit, serta jadwal penerbangan. Untuk penerbangan yang berangkat menjelang waktu salat, kamu bisa mempertimbangkan datang lebih awal ke bandara. Setelah menyelesaikan proses check-in dan keamanan, manfaatkan waktu yang tersedia sebelum boarding. Di sisi lain, kalau waktu salat baru masuk ketika pesawat sudah berada di udara, jangan panik. Persiapkan kebutuhan ibadah sejak sebelum boarding dan sesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi penerbangan.

Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman untuk Traveler Muslim

Perlengkapan ibadah traveler Muslim: mukena ringkas, sarung, dan sajadah travel untuk penerbangan
Mukena ringkas, sarung, dan sajadah travel membuat ibadah selama perjalanan lebih praktis.

Ibadah selama perjalanan akan terasa lebih tenang kalau sudah dipersiapkan dari awal. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:

  • Cek jadwal penerbangan dan waktu salat sebelum berangkat, terutama untuk penerbangan malam atau internasional.

  • Berwudu sebelum boarding jika memungkinkan.

  • Bawa perlengkapan kecil yang praktis, seperti mukena ringkas atau sarung dan sajadah travel.

  • Cari tahu fasilitas ibadah di bandara transit agar tidak perlu mencari-cari ketika waktu salat sudah dekat.

  • Perhatikan kondisi penerbangan. Keselamatan tetap menjadi prioritas. Jika membutuhkan bantuan, komunikasikan dengan awak kabin tanpa mengganggu proses pelayanan dan keselamatan penerbangan.

  • Siapkan rencana untuk penerbangan panjang. Ketahui kapan waktu salat diperkirakan masuk dan apakah perjalananmu memenuhi ketentuan sebagai musafir untuk mendapatkan rukhsah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara sholat di pesawat sambil duduk?
Duduk tegak di kursi, sabuk pengaman tetap terpasang, lalu niat dan takbir seperti biasa. Untuk rukuk, cukup bungkukkan badan sedikit. Sujudnya membungkuk lebih rendah dari rukuk. Tangan bisa diletakkan di paha. Kalau awak kabin minta penumpang tetap duduk karena turbulensi, ya sudah, salat saja dari kursi. Tidak perlu memaksa berdiri di lorong.

Bagaimana menentukan arah kiblat di pesawat?
Buka aplikasi kompas kiblat tepat sebelum mulai, karena arah pesawat terus berubah. GPS di ponsel sering masih bisa dipakai walau mode pesawat aktif, apalagi kalau duduk dekat jendela. Beberapa maskapai juga menampilkan arah kiblat di layar hiburan, jadi coba cek atau tanya awak kabin. Arahnya bergeser di tengah salat? Tidak apa-apa, lanjutkan saja.

Apakah boleh tayamum di pesawat?
Boleh, kalau tidak ada air untuk wudu atau toilet pesawat terlalu sempit untuk dipakai berwudu dengan aman. Kemenag pun menyebut tayamum sebagai jalan keluar bagi jamaah di penerbangan panjang. Caranya seperti biasa: tepukkan tangan ke permukaan berdebu, usap wajah, lalu kedua tangan. Sebagian traveler sengaja membawa batu tayamum kecil dari rumah.

Bolehkah jamak qashar saat penerbangan panjang?
Bisa, asal kamu memenuhi syarat sebagai musafir. Mayoritas ulama memakai patokan jarak sekitar 80-an km, jadi rute seperti Jakarta–Medan atau Jakarta–Jeddah sudah masuk. Zuhur bisa digabung dengan Asar, Magrib dengan Isya. Subuh tidak bisa dijamak maupun diqashar. Kalau rutenya melewati beberapa zona waktu, hitung jadwal salatnya sebelum berangkat.

Apakah ada musala di bandara Indonesia?
Ada. Bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Juanda, dan Ngurah Rai punya musala, biasanya lengkap dengan tempat wudu. Letaknya bisa di area publik, bisa juga setelah pemeriksaan keamanan. Ikuti papan bertuliskan musala atau prayer room. Di terminal yang luas, pilih musala yang dekat gate supaya tidak terburu-buru mengejar boarding.

Lebih baik salat di bandara atau di pesawat?
Kalau waktunya cukup, bandara jauh lebih nyaman. Kamu bisa wudu dengan tenang lalu berdiri, rukuk, dan sujud tanpa memikirkan ruang kaki. Makanya, datang lebih awal kalau jam terbang mepet dengan waktu salat. Tapi kalau waktu salat baru masuk saat sudah di udara dan tidak bisa menunggu sampai mendarat, salat di pesawat sesuai kemampuan tetap jadi jalan keluarnya.

Siapkan Perjalanan dari Sebelum Berangkat

Perjalanan yang nyaman sebenarnya dimulai bahkan sebelum sampai di bandara. Dengan mengetahui jadwal penerbangan, waktu transit, dan kebutuhan selama perjalanan, kamu bisa lebih mudah mengatur waktu ibadah tanpa terburu-buru. Di BookCabin, kamu bisa mencari dan memilih jadwal penerbangan sesuai rencana perjalanan. Fitur online check-in dan manage booking juga membantu mempersiapkan kebutuhan penerbangan dari ponsel.

Jadi, sebelum berangkat, bukan cuma tiket pesawat dan koper yang perlu disiapkan. Luangkan sedikit waktu untuk mengecek waktu salat, fasilitas ibadah di bandara, serta kondisi penerbanganmu.

Dengan begitu, perjalanan tetap bisa berjalan nyaman, sementara ibadah pun tetap terjaga.

 Cari jadwal penerbangan Anda
Cek jadwal penerbangan dan pesan tiket pesawat di BookCabin