Penumpang menahan telinga saat pesawat lepas landas.

Kecenderungan enggan naik pesawat pada segelintir orang biasanya disebabkan berbagai latar belakang, mulai dari phobia ketinggian, trauma masa lalu, hingga gangguan kesehatan. Faktanya, ada masalah kesehatan yang bisa muncul ketika menjalani aktivitas penerbangan, salah satunya yaitu telinga berdengung di pesawat.

Kondisi telinga berdengung saat naik pesawat memang menimbulkan ketidaknyamanan bagi siapa pun yang mengalaminya. Sebenarnya, hal tersebut merupakan kejadian normal yang bisa saja dialami semua orang. Itulah sebabnya Anda tak perlu panik bila mengalami masalah telinga berdengung selama bepergian naik pesawat. Mari ketahui penyebab dan cara atasi telinga berdengung untuk mengurangi risikonya.

Penyebab Telinga Berdengung saat Naik Pesawat

Telinga berdengung di pesawat (dikenal dengan istilah barotrauma) terjadi akibat perbedaan antara tekanan udara pesawat dan tekanan udara di bagian dalam telinga. Perbedaan tekanan signifikan membuat saluran penghubung telinga tengah dan tenggorokan (disebut tuba atau eustachius) jadi tersumbat sehingga menimbulkan dengungan yang mengusik kenyamanan.

Gangguan kesehatan tersebut juga bisa terjadi pada keadaan lain yang turut memicu perbedaan tekanan udara di telinga, seperti aktivitas menyelam (scuba diving), pendakian gunung, serta naik turun lift dari lantai rendah ke lantai tinggi atau sebaliknya.

Ada beberapa gejala yang kerap terjadi bersamaan dengan masalah telinga berdengung, antara lain:

  • Kemampuan pendengaran berkurang bahkan hilang.

  • Nyeri telinga sedang hingga berat.

  • Perasaan tak nyaman pada salah satu atau kedua telinga.

  • Pusing.

  • Pada kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan muntah, vertigo, atau pendarahan dari telinga.

Selain perbedaan tekanan udara, risiko telinga berdengung di pesawat bisa meningkat bila dipengaruhi beberapa faktor berikut ini:

  • Faktor genetik, yaitu riwayat telinga berdengung juga dialami anggota keluarga lainnya.

  • Sedang atau pernah mengidap sinusitis.

  • Pernah mengalami cedera telinga akibat kecelakaan.

  • Sempat menjalani terapi oksigen dengan metode hiperbarik.

Ilustrasi perbedaan tekanan udara pada telinga saat terbang.

Cara Atasi Telinga Berdengung saat Naik Pesawat

Tips nyaman saat naik pesawat bukan sekadar tentang tidur yang cukup dan berkualitas. Orang-orang yang kerap mengalami masalah telinga berdengung wajib mengetahui beberapa tips jitu ini supaya masalah tersebut tidak rentan terulang kembali:

Minum Air

Salah satu cara atasi telinga berdengung akibat perbedaan tekanan udara pesawat yang paling mudah adalah minum air. Ketika Anda menelan air, saluran tuba (eustachius) pada telinga akan terbuka sehingga membantu mengurangi dengungan. 

Kecenderungan dehidrasi saat naik pesawat ternyata dapat memperparah masalah telinga berdengung. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menyiapkan persediaan air yang mencukupi ketika hendak menempuh perjalanan dengan pesawat agar nantinya leluasa minum sebelum lepas landas (take off) maupun pendaratan (landing).

Konsumsi Permen Kunyah

Tips nyaman naik pesawat selanjutnya yang efektif mencegah teling berdengung adalah mengunyah permen. Gerakan gigi yang mengunyah akan membuat saluran tuba turut bergerak terbuka dan tertutup. Kemudian, dengungan telinga juga berkurang sewaktu Anda menelan ludah sehingga risiko nyeri telinga pun berkurang drastis.

Teknik Manuver Valsava

Teknik manuver valsava dapat membantu menstabilkan tekanan udara dalam telinga. Istilah yang satu ini memang masih terdengar asing tetapi manfaatnya baik untuk mengatasi masalah telinga berdengung. Caranya, tutup mulut lalu cubit lubang hidung dengan telunjuk dan ibu jari. Selanjutnya, denguskan udara secara kuat melalui hidung. Ulangi beberapa kali agar telinga Anda berangsur-angsur normal.

Teknik manuver Valsava untuk meredakan telinga berdengung

Menguap

Belum banyak orang yang menyadari kalau gerakan menguap yang dilakukan secara maksimal juga ampuh mengatasi dengung telinga. Lakukan gerakan menguap dengan posisi mulut selebar mungkin supaya saluran tuba pada telinga jadi terbuka. Lakukan aktivitas menguap berulang kali hingga Anda merasa dengungan telinga berkurang.

Gunakan Penutup Telinga

Penutup telinga (ear plugs) adalah alat sederhana yang berfungsi menyamakan tekanan udara di bagian luar dan dalam telinga. Perubahan tekanan udara yang terjadi secara bertahap ketika menggunakan ear plug membuat risiko telinga berdengung semakin minim. Alangkah lebih baik jika Anda sudah menyiapkannya secara mandiri untuk mendukung kenyamanan diri sendiri dalam penerbangan.

Konsumsi Antihistamin

Antihistamin adalah jenis obat yang tak hanya berfungsi mengatasi alergi, tetapi juga bisa membantu membuka saluran tuba yang sedang tersumbat. Kalau saluran tuba tidak tersumbat, maka perbedaan tekanan udara pun tidak terjadi dan risiko teling berdengung semakin kecil. Idealnya, antihistamin dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dokter sekitar 1 jam sebelum menempuh perjalanan via udara.

Gunakan Obat Tetes Hidung

Bila Anda mengalami telinga berdengung di pesawat akibat sinusitis, maka sebaiknya Anda menggunakan obat tetes hidung. Cara atasi telinga berdengung ini sangat dianjurkan bagi Anda yang hendak menempuh perjalanan panjang dengan pesawat (lebih dari 8 jam). Obat tetes hidung berfungsi membersihkan dan menjaga kelembapan rongga hidung. Dengan demikian, kondisi rongga hidung yang tetap lembap membuat pernapasan lancar dan risiko telinga berdengung pun berkurang. 

Tetap Terjaga selama Pesawat Lepas Landas atau Mendarat

Salah satu cara mengatasi telinga berdengung yang jarang disadari adalah tetap terjaga atau tidak tidur ketika pesawat lepas landas atau mendarat. Tips nyaman saat naik pesawat ini membuat Anda lebih sigap menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan luar telinga sewaktu telinga mulai terasa kurang nyaman. Misalnya, Anda bisa menguap, mengunyah permen, minum, atau melakukan manuver valsava untuk mencegah dengung pada telinga.

Konsultasi dengan dokter THT terkait telinga berdengung.

Kapan Harus ke Dokter jika Telinga Berdengung akibat Naik Pesawat?

Pada umumnya, telinga berdengung di pesawat akan berangsur-angsur membaik dengan sendirinya pasca lepas landas atau mendarat. Namun, ada pula kondisi khusus yang bisa membuat masalah telinga berdengung jadi berlarut-larut. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter THT untuk mendapatkan perawatan intensif jika mengalami beberapa gejala ini:

  • Dengung tak kunjung hilang bahkan beberapa hari setelah perjalanan via udara.

  • Bunyi dengung terdengar berirama.

  • Ada berbagai gangguan kesehatan lain yang menyertai telinga berdengung, seperti pusing, sakit kepala, pilek, dan penurunan kemampuan mendengar dalam waktu lama.

  • Telinga berdengung sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari hingga menyebabkan sulit fokus, susah tidur, dan sukar bercakap-cakap dengan orang lain.

Penumpang nyaman selama penerbangan.


Kalau Anda termasuk orang yang punya riwayat barotrauma atau telinga berdengung, semoga informasi penting ini bermanfaat untuk menambah wawasan Anda. Nantinya, Anda jadi tak kapok melakukan perjalanan dengan pesawat karena bisa mengantisipasi teinga berdengung secara efektif.

Selain bisa bepergian dengan tenang karena kondisi fisik prima, pemesanan tiket pesawat juga tak akan membuat Anda resah lagi karena sekarang ada BookCabin sebagai solusinya. BookCabin adalah Online Travel Agent (OTA) terpercaya di tanah air yang siap memfasilitasi perjalanan Anda secara aman, nyaman, dan praktis. 

Pemesanan tiket pesawat, hotel, atau paket pesawat+hotel bisa dilakukan secara mudah melalui situs atau aplikasi BookCabin. Lebih hebatnya lagi, Anda dapat bergabung dalam CabinClub untuk mendapatkan banyak manfaat, seperti promo menarik, kemudahan pengelolaan perjalanan, serta layanan tambahan lainnya. Mari andalkan BookCabin dan rasakan pengalaman perjalanan menyenangkan yang memuaskan.