Anak dengan kalung tanda Unaccompanied Minor di bandara.

Perjalanan via jalur udara hingga kini masih dianggap rumit karena ada serangkaian prosedur yang harus dilalui. Banyak orang beranggapan bahwa anak-anak wajib didampingi orang dewasa ketika hendak bepergian naik pesawat. Anggapan tersebut berkembang karena belum banyak yang mengetahui kalau ada prosedur Unaccompanied Minor (UM) bagi anak-anak yang naik pesawat mandiri tanpa pendamping.

Apa Itu Layanan Unaccompanied Minor?

Unaccompanied Minor adalah prosedur khusus yang memungkinkan anak-anak (usia 6 hingga 12 tahun) menjalani penerbangan tanpa didampingi orang tua atau pendamping dewasa (usia 18 tahun ke atas). Pihak maskapai akan menyiapkan petugas khusus untuk mendampingi sang anak sebelum, saat, dan setelah penerbangan berlangsung (pre-flight, in flight, dan post flight). Layanan ini juga berlaku saat jika perjalanan harus melewati proses transit pesawat. 

Setiap maskapai memberlakukan aturan dan biaya tambahan yang berbeda terkait Unaccompanied Minor, terutama untuk rute internasional. Bahkan, ada pula yang menyediakan layanan tersebut untuk anak usia 12 hingga 15 tahun.

Prosedur Unaccompanied Minor ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 185 Tahun 2015 Pasal 42. Berdasarkan peraturan tersebut, jumlah penumpang yang menggunakan layanan Unaccompanied Minor tidak boleh melebihi 10% dari total kapasitas penumpang pesawat. Pembatasan ini sangat penting untuk mengoptimalkan kenyamanan perjalanan.

Staf maskapai mendampingi anak sebelum penerbangan.

Syarat Melakukan Penerbangan Anak Tanpa Pendamping

Beberapa syarat anak naik pesawat mandiri yang wajib dipenuhi jika ingin menggunakan layanan Unaccompanied Minor adalah sebagai berikut:

  • Anak yang akan berangkat dengan layanan Unaccompanied Minor berusia 6 hingga 12 tahun.

  • Ada orang tua, wali, atau pendamping dewasa yang mengantar anak ke bandara serta mengisi formulir Unaccompanied Minor.

  • Orang tua, wali, atau pendamping dewasa diwajibkan mengisi formulir dengan informasi yang valid.

Rangkaian Prosedur Unaccompanied Mirror dalam Penerbangan

Secara garis besar, prosedur Unaccompanied Minor dapat dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu:

Proses Serah Terima 

Tahap pertama ini meliputi pengisian formulir yang terdiri dari nama pengantar dan status hubungan dengan penumpang, nama penjemput dan status hubungan dengan penumpang serta lampiran KTP atau paspor. Formulir tersebut harus dibubuhi tanda tangan dan nama jelas.

Proses Check-in

Setelah formulir selesai diisi, pihak maskapai akan menugaskan staf khusus untuk memberikan layanan Unaccompanied Minor.  Anak yang hendak menempuh perjalanan via jalur udara tanpa pendamping akan dikenakan kalung UM sebagai penanda.

Proses Keberangkatan (Boarding)

Jika pesawat sudah berstatus siap boarding, maka anak yang menjadi penumpang UM akan diarahkan untuk masuk lebih dahulu ke kabin pesawat bersama penumpang prioritas lainnya (ibu hamil, lansia, dan penumpang dengan riwayat kesehatan khusus). Staf pendamping yang bertugas di bandara akan melakukan serah terima penumpang UM beserta berkasnya kepada awak kabin. 

Selanjutnya, penumpang UM akan diarahkan untuk duduk di kursi sesuai boarding pass. Awak kabin akan memantau penumpang UM secara intensif untuk memastikan bahwa penerbangan anak tanpa pendamping berjalan lancar dan anak tersebut merasa nyaman.

Proses Ketibaan (Landing)

Saat pesawat tiba di destinasi tujuan, penumpang UM akan langsung dijemput staf khusus yang sudah berjaga di bandara. Penjemputan tersebut dilakukan bersamaan dengan serah terima berkas yang dijaga awak kabin selama penerbangan berlangsung. 

Pada tahap selanjutnya, staf khusus harus mencocokkan informasi pada berkas dengan identitas penjemput penumpang UM, misalnya melalui pemeriksaan KTP. Jika info tentang penjemput terbukti valid, maka penjemput tersebut diminta menandatangani berkas penjemputan sebelum bisa membawa pulang penumpang UM.

Anak dijemput keluarga di bandara tujuan

Tips Menyiapkan Penerbangan Anak Tanpa Pendamping

Para orang tua tak perlu cemas ketika menggunakan layanan Unaccompanied Minor karena staf bandara dan awak kabin maskapai yang bertugas akan menjaga penumpangnya sepenuh hat. Namun, ada beberapa hal di luar syarat anak naik pesawat mandiri yang mesti disiapkan, antara lain:

Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

Hal pertama yang mesti Anda lakukan jika merencanakan penerbangan anak tanpa pendamping adalah memastikan bahwa anak dalam kondisi sehat. Anak yang sehat tentu tak mudah rewel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, termasuk saat menempuh perjalanan sendirian.

Pahami Peraturan Maskapai tentang Layanan UM

Setiap maskapai pasti memiliki aturan berbeda-beda tentang prosedur Unaccompanied Minor. Oleh karena itu, Anda wajib mempelajari dan memahami setiap peraturan tersebut supaya dapat menyiapkan perjalanan anak sebaik mungkin. Jangan ragu menghubungi pihak maskapai untuk menanyakan hal-hal penting seputar Unaccompanied Minor sebelum memesan tiket.

Bawakan Tas Kecil untuk Anak

Bukan hanya persiapan bagasi kabin atau bagasi tercatat yang penting untuk menempuh perjalanan sebagai Unaccompanied Minor. Anak-anak juga harus dibekali tas kecil berisi sejumlah benda penting, seperti Kartu Identitas Anak (KIA), boarding pass, serta paspor dan visa (untuk penerbangan internasional). Dengan demikian, awak kabin yang bertugas pun tak kesulitan membantu proses penerbangan anak tanpa pendamping. Jika memungkinkan, Anda juga bisa menyertakan sedikit makanan dan mainan favorit anak agar buah hati Anda tak merasa bosan selama menempuh perjalanan sendirian.

Pastikan Anak Mengenal Orang yang Akan Menjemputnya

Hal krusial lainnya yang berhubungan dengan layanan Unaccompanied Minor adalah memastikan bahwa anak tahu dan mengenali orang yang akan menjemputnya. Usahakan agar penjemput anak di tempat tujuan merupakan anggota keluarga yang familiar bagi anak. Hal kecil ini penting untuk menunjang kelancaran perjalanan anak karena pihak keluarga yang menjadi penjemput dapat meminimalkan kecurigaan petugas sewaktu melakukan verifikasi data.

Ajarkan Etika Sederhana Naik Pesawat kepada Anak

Penerbangan mandiri yang dilakukan si kecil bisa jadi pengalaman berharga yang tidak dirasakan anak-anak seusianya. Jadi, orang tua juga bertanggung jawab mengajarkan etika sederhana naik pesawat untuk menjaga perilaku anak selama terbang sendirian. Beberapa hal esensial yang mesti dipahami anak adalah cara menjaga kesopanan perilaku di pesawat, cara meminta bantuan awak kabin, dan proses interaksi dengan orang lain yang tak dikenal (misalnya ketika ingin melewati penumpang lain untuk menggunakan toilet). Niscaya pengalaman menakjubkan tersebut membuat kemampuan sosialisasi dan kemandirian anak jadi meningkat.

Anak siap terbang mandiri dengan pendampingan awak kabin

Silakan pesan tiket pesawat, hotel, atau paket pesawat+hotel sekarang juga melalui aplikasi atau situs BookCabin untuk mendapatkan akomodasi terbaik sesuai bujet dan kebutuhan. Dapatkan berbagai benefit khusus berupa peningkatan layanan, diskon, dan cashback dengan bergabung dalam keanggotaan CabinClub.