
Liburan ke berbagai daerah di Indonesia rasanya belum lengkap kalau belum berburu oleh-oleh. Ada bakpia dari Yogyakarta, pempek dari Palembang, kopi Gayo dari Aceh, keripik sanjai dari Padang, sampai kain tradisional dari berbagai penjuru Nusantara. Pilihannya banyak, dan sering kali bikin ingin membawa semuanya pulang.
Tapi sebelum memenuhi koper dengan oleh-oleh, ada satu hal yang perlu diperhatikan tidak semua oleh-oleh bisa dibawa dengan cara yang sama saat naik pesawat. Beberapa makanan aman dibawa ke kabin, sementara makanan berbentuk cair atau gel perlu mengikuti ketentuan tertentu. Barang mudah pecah dan oleh-oleh bernilai tinggi juga membutuhkan cara packing yang berbeda.
Supaya tidak bingung saat bersiap pulang, artikel ini membahas oleh-oleh yang boleh masuk bagasi kabin, makanan yang perlu diperhatikan, cara packing oleh-oleh cair, hingga tips cara bawa oleh-oleh naik pesawat dengan lebih aman.
Sebelum berburu oleh-oleh, kamu juga bisa menyiapkan perjalanan lewat BookCabin. Mulai dari pesan tiket pesawat sampai mengecek detail penerbangan, persiapan dari jauh-jauh hari bisa membuat perjalanan pulang terasa lebih praktis.
Mengapa Oleh-oleh Khas Indonesia Selalu Dicari?
Oleh-oleh bukan cuma barang yang dibawa pulang setelah liburan. Buat banyak orang, oleh-oleh adalah bentuk perhatian sederhana untuk keluarga, teman, tetangga, atau rekan kerja.
Setiap daerah di Indonesia juga punya cerita yang berbeda lewat makanan dan produk lokalnya. Bakpia membawa cita rasa Yogyakarta, pempek identik dengan Palembang, kopi Gayo dikenal dari Aceh, sementara kain tenun menjadi salah satu produk budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Pilihan oleh-oleh khas Indonesia pun bisa disesuaikan dengan siapa yang akan menerimanya. Untuk keluarga, makanan khas bisa menjadi pilihan. Untuk teman kantor, kopi, teh, atau camilan kemasan biasanya lebih praktis. Sementara batik, tenun, atau kerajinan lokal cocok jika ingin membawa sesuatu yang lebih awet.
Yang tidak kalah penting, pertimbangkan juga cara membawanya pulang. Oleh-oleh yang aman dibawa naik mobil belum tentu memiliki perlakuan yang sama ketika dibawa naik pesawat.
1. Bakpia Yogyakarta
Bakpia menjadi salah satu oleh-oleh khas Indonesia yang paling populer dari Yogyakarta. Kue berukuran kecil ini biasanya memiliki isian kacang hijau, cokelat, keju, dan berbagai varian lainnya. Ukurannya yang praktis membuat bakpia relatif mudah dibawa saat bepergian. Bakpia juga termasuk makanan padat sehingga lebih sederhana untuk dimasukkan ke dalam bagasi kabin dibandingkan oleh-oleh berbentuk cair. Kalau membeli beberapa kotak sekaligus, tetap perhatikan berat dan ukuran tas. Jangan sampai oleh-oleh yang sudah dibeli membuat bagasi kabin melewati batas yang ditentukan maskapai. Sebelum membeli, cek juga tanggal kedaluwarsa dan pilih produk dengan kemasan yang masih tertutup rapat.
2. Pempek Palembang
Pempek merupakan salah satu makanan khas Palembang yang sering dibawa pulang wisatawan. Ada pempek kapal selam, lenjer, adaan, kulit, hingga berbagai variasi lainnya. Untuk perjalanan menggunakan pesawat, pempek biasanya tersedia dalam bentuk vakum atau beku. Kemasan vakum membantu membuat makanan lebih praktis dibawa dan mengurangi risiko aroma atau isi makanan menyebar ke barang lain. Namun, jangan lupa dengan cukonya. Karena cuko berbentuk cair, cara membawanya perlu memperhatikan ketentuan cairan yang berlaku pada penerbangan. Jadi, ketika bertanya bolehkah bawa sambal/kerupuk di bagasi kabin, jawabannya bergantung pada bentuk produknya dan aturan penerbangan. Kerupuk atau pempek yang berbentuk padat lebih sederhana untuk dibawa, sedangkan cuko atau sambal perlu mengikuti ketentuan cairan yang berlaku.
3. Kopi Gayo Aceh
Kopi Gayo bisa menjadi pilihan oleh-oleh yang boleh masuk bagasi kabin karena tersedia dalam bentuk biji maupun bubuk. Selain mudah dikemas, kopi juga cocok diberikan kepada keluarga atau rekan kerja. Pilih kemasan yang tertutup rapat supaya aroma kopi tidak menyebar ke pakaian atau barang lainnya. Kalau penerima punya grinder sendiri, kopi dalam bentuk biji bisa menjadi pilihan. Untuk pilihan yang lebih praktis, kopi bubuk bisa langsung diseduh setelah sampai tujuan. Perhatikan juga tanggal roasting atau masa kesegaran produk agar kopi yang dibawa pulang tetap memiliki kualitas yang baik.
4. Dodol Garut
Dodol Garut terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan rasa manis. Selain rasa original, tersedia pula berbagai varian seperti durian, cokelat, kacang, hingga wijen. Dodol termasuk oleh-oleh yang relatif praktis dibawa karena tidak membutuhkan ruang terlalu besar dan umumnya memiliki masa simpan lebih panjang dibandingkan kue basah. Supaya tetap aman selama perjalanan, pilih dodol dengan kemasan yang masih tersegel. Saat dimasukkan ke koper, hindari menaruh barang yang terlalu berat di atasnya agar kemasan tidak penyok.
5. Keripik Sanjai Padang
Keripik sanjai merupakan camilan khas Sumatera Barat yang terbuat dari singkong. Salah satu varian yang banyak dikenal adalah keripik sanjai balado dengan rasa pedas, manis, dan gurih. Keripik termasuk oleh-oleh yang boleh masuk bagasi kabin karena merupakan makanan padat. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: keripik mudah hancur jika tertindih. Kalau dibawa ke kabin, letakkan keripik di bagian atas tas dan hindari menaruh barang berat di atasnya. Jika memasukkannya ke koper, gunakan kemasan yang cukup kuat atau tambahkan pelindung supaya bentuk keripik tetap terjaga.
6. Lapis Legit dan Kue Lapis Surabaya
Lapis legit dan kue lapis Surabaya juga sering menjadi pilihan oleh-oleh. Keduanya memiliki tekstur lembut, tetapi karakter kuenya berbeda. Lapis legit terdiri dari banyak lapisan tipis, sedangkan lapis Surabaya umumnya menggunakan beberapa lapisan sponge cake. Karena termasuk makanan yang lebih mudah berubah kualitas dibandingkan makanan kering, perhatikan masa simpan dan petunjuk penyimpanan pada kemasan. Untuk perjalanan yang cukup panjang, pilih produk yang memiliki kemasan kokoh dan sesuai dengan durasi perjalanan. Letakkan kue di tempat yang tidak mudah tertindih barang lain.
7. Amplang Kalimantan
Amplang merupakan kerupuk ikan yang dikenal sebagai salah satu oleh-oleh dari Kalimantan. Camilan ini memiliki tekstur renyah, rasa gurih, dan aroma ikan yang khas. Amplang cocok dibawa naik pesawat karena ringan dan praktis. Pilih produk dengan kemasan tertutup rapat agar teksturnya tetap renyah selama perjalanan. Jika membeli beberapa bungkus untuk dibagikan, perhatikan kembali kapasitas bagasi agar jumlah oleh-oleh tidak membuat barang bawaan melebihi batas.
8. Sambal dan Saus Khas Daerah
Sambal matah Bali, sambal roa Manado, sambal ijo, saus, selai, hingga cuko pempek memang menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Tapi, produk seperti ini perlu mendapat perhatian khusus karena dapat termasuk kategori cairan atau gel. Lalu, oleh-oleh apa yang tidak boleh dibawa naik pesawat? Tidak semua sambal atau saus otomatis dilarang. Yang perlu diperhatikan adalah bentuk, ukuran kemasan, serta aturan keamanan penerbangan yang berlaku. Untuk penerbangan internasional, misalnya, ketentuan cairan di kabin umumnya membatasi cairan atau gel dalam wadah maksimal 100 ml per kemasan. Karena itu, jangan langsung memasukkan botol sambal berukuran besar ke dalam tas kabin tanpa mengecek aturan penerbangan terlebih dahulu. Kalau membeli sambal atau saus sebagai oleh-oleh, pilih kemasan yang memang dirancang untuk perjalanan dan pastikan tutupnya rapat.
9. Kain Batik dan Tenun Nusantara
Oleh-oleh tidak harus berupa makanan. Batik dan kain tenun bisa menjadi pilihan kalau ingin membawa pulang sesuatu yang lebih awet sekaligus memiliki nilai budaya. Ada batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan, hingga kain tenun dari berbagai wilayah Nusa Tenggara. Setiap daerah memiliki motif dan karakter yang berbeda. Kain juga relatif praktis dibawa karena dapat dilipat tanpa membutuhkan ruang sebesar makanan dalam kotak. Jika membeli kain dengan harga atau nilai yang cukup tinggi, lebih baik menyimpannya di bagasi kabin. Pastikan tetap memperhatikan batas berat dan ukuran bagasi kabin yang berlaku pada penerbanganmu.
10. Mutiara dan Kerajinan Khas Lombok
Mutiara dan kerajinan lokal juga bisa menjadi pilihan oleh-oleh dari Lombok. Produk seperti aksesori, perhiasan, dan kerajinan berukuran kecil umumnya mudah dibawa. Untuk barang bernilai tinggi, sebaiknya jangan memasukkannya ke bagasi tercatat. Simpan di bagasi kabin atau bersama barang pribadi agar tetap berada dalam pengawasan selama perjalanan. Kalau membeli kerajinan yang mudah pecah, seperti keramik atau kaca, berikan perlindungan tambahan menggunakan bubble wrap atau bahan pelindung lainnya.
Oleh-oleh yang Boleh Masuk Bagasi Kabin
Secara umum, makanan padat dan barang pribadi yang tidak termasuk barang yang dilarang atau dibatasi lebih praktis untuk dibawa ke kabin. Beberapa contoh oleh-oleh yang boleh masuk bagasi kabin antara lain:
Bakpia
Dodol
Keripik
Kerupuk
Kopi bubuk atau biji
Teh
Cokelat
Kue kering
Batik
Kain tenun
Kerajinan kecil
Aksesori
Namun, "boleh dibawa ke kabin" bukan berarti bisa dibawa tanpa batas. Bagasi kabin tetap memiliki ketentuan berat dan dimensi sesuai maskapai. Karena itu, sebelum berangkat, cek kembali ketentuan bagasi pada penerbangan yang kamu pesan. Kalau tiket sudah siap di BookCabin, kamu bisa memastikan detail perjalanan dan menyiapkan barang bawaan sebelum hari keberangkatan.
Bolehkah Bawa Sambal dan Kerupuk di Bagasi Kabin?
Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika membawa oleh-oleh khas Indonesia. Untuk kerupuk, keripik, kopi, kue kering, dan makanan padat lainnya, persoalannya umumnya lebih kepada berat, ukuran, dan kondisi kemasan. Sementara sambal memiliki perhatian tambahan karena teksturnya bisa berupa cairan atau gel. Untuk penerbangan internasional, ketentuan cairan di kabin biasanya lebih ketat. Jadi, sebelum membawa sambal, saus, cuko, atau makanan sejenis ke kabin, cek terlebih dahulu aturan penerbangan yang kamu gunakan. Jangan lupa memperhatikan ukuran wadahnya, bukan hanya jumlah total produk.
Cara Packing Oleh-oleh Cair agar Aman
Membawa sambal, saus, cuko, selai, madu, atau makanan basah membutuhkan packing yang lebih hati-hati. Berikut cara packing oleh-oleh cair yang bisa kamu ikuti.
1. Pilih kemasan yang rapat
Pastikan tutup botol benar-benar tertutup dan tidak mudah terbuka. Produk dengan kemasan pabrik yang masih tersegel biasanya lebih praktis untuk dibawa.
2. Gunakan plastik kedap air
Masukkan botol ke dalam plastik zip atau kantong kedap air. Jika terjadi kebocoran, lapisan ini dapat membantu mencegah cairan langsung mengenai pakaian dan barang lainnya.
3. Beri perlindungan tambahan pada botol kaca
Kalau oleh-oleh menggunakan botol kaca, bungkus dengan bubble wrap atau bahan pelindung lain. Letakkan di antara pakaian agar tidak mudah terbentur.
4. Pisahkan dari barang penting
Jangan menaruh sambal atau saus berdekatan dengan laptop, kamera, dokumen, atau pakaian yang mudah rusak.
5. Perhatikan aturan cairan kabin
Untuk penerbangan internasional, periksa batas cairan yang berlaku sebelum memasukkannya ke tas kabin. Jika ukuran produk melebihi batas yang diperbolehkan, jangan memaksakannya masuk ke kabin.
Tips Cara Bawa Oleh-oleh Naik Pesawat
Supaya oleh-oleh sampai tujuan dengan aman, persiapkan barang bawaan sejak sebelum berangkat ke bandara.
Pilih oleh-oleh yang travel-friendly
Makanan kering seperti kopi, keripik, dodol, bakpia, dan amplang umumnya lebih praktis daripada makanan yang mudah tumpah atau cepat rusak.
Cek masa simpan makanan
Khusus untuk kue dan makanan basah, pastikan masa simpannya cukup untuk menempuh perjalanan sampai tujuan.
Hitung berat bagasi
Oleh-oleh sering kali membuat koper tiba-tiba jauh lebih berat. Timbang barang bawaan sebelum berangkat supaya bisa mengatur ulang isi koper jika diperlukan.
Lindungi barang mudah pecah
Botol kaca, keramik, dan kerajinan tertentu membutuhkan pelindung tambahan. Jangan menaruh barang mudah pecah di antara benda berat.
Simpan barang berharga di kabin
Perhiasan, uang, dokumen, dan barang bernilai sebaiknya tetap bersama penumpang dan tidak dimasukkan ke bagasi tercatat.
Cek aturan maskapai
Aturan bagasi, barang bawaan, dan cairan dapat berbeda berdasarkan maskapai dan rute. Informasi yang berlaku untuk satu penerbangan belum tentu sama dengan penerbangan lainnya.
Siapkan Penerbangan, Baru Berburu Oleh-oleh!
Berburu oleh-oleh khas Indonesia memang jadi bagian yang menyenangkan dari perjalanan. Tapi, jangan sampai terlalu banyak belanja membuat perjalanan pulang justru merepotkan.
Kalau ingin praktis, pilih makanan kering seperti keripik, kopi, dodol, bakpia, atau amplang. Untuk makanan basah seperti pempek, perhatikan kemasan dan masa simpannya. Sementara sambal, cuko, saus, dan produk cair lainnya perlu mengikuti ketentuan cairan yang berlaku. Sebelum berangkat, pastikan juga tiket, jadwal penerbangan, dan kebutuhan bagasi sudah siap. Kamu bisa pesan tiket pesawat di BookCabin dan menyiapkan perjalanan dari sebelum berangkat.
Dengan sedikit persiapan, oleh-oleh dari perjalanan bisa sampai ke rumah dengan aman, sementara perjalanan pulang tetap nyaman dan bebas dari drama koper penuh.



